Blog Sampah bagi sebagian orang memang dianggap sebagai sampah dan tak sedikit blogger ningrat papan atas mengecam pelestarian blog jenis ini entah karena isinya hanya sampah atau emang si blogger jenis itu memang udah banyak duit dan tentu gak butuh jenis blog sampah ini. Blog sampah yang isinya hanya sampah dan berbagai jenis curhat harian dan quotasi ( bukan copas asal ) dengan sedikit memperhitungkan etika copas yang baik dan benar dengan meletakan atribut quote tentunya bagi saya yang memang hobi ngorek blog berbagai platform ini sangat menunjang sarana saya berlatih memperlancar hafalan kode-kode html dan yang lainnya, ya awalnya memang demikian dan paling banter digunakan sebagai arena sundul-menyundul kerja keras adalah energi kita.
Namun belakangan ketika google page rank update saya sedikit tercengang karena beberapa blog sampah milik saya dikasih nilai dan tidak n/a lagi, termasuk blog ini. Tentu dengan demikian ini blog sampah yang tadinya emang sebagai sarana kreasi dan latihan baik kode ataupun coret-mencoret kini bisa diberdayakan sebagai penghasil uang saku tambahan (passive income) untuk membeli segelas kopi dan rokok juga pengganti biaya koneksi internet super lemod ini
Bagi saya mau blog sampah ataupun blog induk sama saja, sama-sama harus diisi apapun itu, sebuah tanggung jawab ketika iseng membuat sebuah blog dan tanggung jawab itu adalah mengisinya, terlepas dari menghasilkan uang atau hanya sarana kreasi harian saja. So anda punya blog yang gak pernah diisi? maka mulai isilah sesuka hati, jangan melestarikan budaya habis manis sepah dibuang
jangan lantas karena si facebook lebih hangat komentar dari pada blog anda lalu dengan tiba-tiba jadi addict sama si doi dan serta-merta meninggalkan blog dan budaya blogwalking
“da kang ceuk si frank ge abdi mah jiwa blogger hati pesbuker” akakakaka
….to be or not to be, lestarikan blog sampah!
(source pic: photo.detik.com)